Selasa, 18 Juni 2013


Perpustakaan Soeman HS

Perpustakaan ini merupakan salah satu landmark Provinsi Riau, gedung ini berarsitektur modern tropis menyerupai buku terbuka atau rehal (bangku kecil untuk alas membaca Al-Quran), memiliki daya tampung setiap lantainya sebanyak 1.000 pengunjung. Perpustakaan megah berdinding kaca itu tidak hanya dilengkapi ruangan baca juga ruangan kedap suara untuk diskusi, tetapi juga ruang seminar, plaza serta kafe. 

alamat/address : 
Jl. Jend. Sudirman No. 462 Pekanbaru, Riau
tel. +62-761-34068 

Jam buka/opening hours :  
Senin - Jum’at / Monday - Friday
08.00 - 20.00 wib / 8.00 am - 8.00 pm
Jum’at istirahat jam 11.30 - 13.30 wib                                                         
Sabtu / Saturday : 09.00 - 18.00 wib / 9.00 am - 6.00 pm 
Minggu / Sunday :  09.00 - 15.00 wib / 9.00 am - 3.00 pm

 http://st302995.sitekno.com/page/23232/perpustakaan.html

        

                               


 


 STANDARRISASI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

Undang-undang No 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 55 menyebutkan bahwa salah satu syarat untuk menyelenggarakan Perguruan Tinggi harus memiliki Perpustakaan. Dalam Undang-undang No. 43 Tahun 2007 tentang Pepustakaan dalam pasal 1, disebutkan bahwa Perpustakaan sebagai institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Sedangkan perpustakaan perguruan tinggi (PPT) merupakan unit pelaksana teknis (UPT) yang bersama-sama dengan unit lain melaksanakan Tri Dharma PT (Perguruan Tinggi) melalui menghimpun, memilih, mengolah, merawat serta melayankan sumber informasi kepada lembaga induk khususnya dan masyarakat akademis pada umumnya.(Pedoman PPT, Jakarta: Dirjen DIKTI, 1994, hal. 3). Adapun yang termasuk dalam PT meliputi universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, politeknik dan atau PT lain yang sederajat.
PPT sering diibaratkan sebagai jantungnya Perguruan Tinggi (the heart of university), maka keberadaannya harus ada agar dapat memberikan layanan kepada sivitas akademika sesuai dengan kebutuhan. Dalam rangka melaksanakan pengelolaan perpustakaan diperlukan pedoman sebagai panduan dan karena itu diperlukan pengetahuan tentang Standar Nasional Indonesia Perpustakaan Perguruan Tinggi (SNI 7330.2009) dalam upaya pencapaian pengelolaan PPT yang baku.

Tujuan PPT
            Perpustakaan Perguruan Tinggi, diselenggarakan dengan tujuan untuk menunjang pelaksanaan program PT sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat yang dijabarkan sbb :
  1. 1)Sebagai penunjang pendidikan dan pengajaran maka PPT bertujuan untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, menyajikan dan menyebarluaskan informasi untuk mahasiswa dan dosen sesuai dengan kurikulum yang berlaku
  2. 2)Sebagai penunjang penelitian maka kegiatan PPT adalah mengumpulkan, mengolah, menyimpan, menyajikan dan menyebarluaskan informasi bagi peneliti baik intern institusi atau ekstern di luar institusi
  3. 3)Sebagai penunjang pengabdian kepada masyarakat maka PPT melakukan kegiatan dengan mengumpulkan, mengolah, menyimpan, menyajikan dan menyebarluaskan informasi bagi masyarakat

Tugas PPT
Tugas perpustakaan perguruan tinggi adalah menyusun kebijakan dan melakukan tugas rutin untuk mengadakan, mengolah, dan merawat pustaka serta mendayagunakannya baik bagi civitas academica maupun masyarakat luar kampus.
Menurut Pedoman umum pengelolaan koleksi PPT tugas PPT di rinci sbb :
  1. 1)Mengikuti perkembangan kurikulum serta perkuliahan dan menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pengajaran atau proses pembelajaran
  2. 2)Menyediakan pustaka yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas dalam rangka studi
  3. 3)Mengikuti perkembangan mengenai program-program penelitian yang diselenggarakan di lingkungan PT induknya dan berusaha menyediakan literatur ilmiah dan bahan lain yang diperlukan bagi peneliti.
  4. 4)Memutakhirkan koleksi dengan mengikuti terbitan-terbitan yang baru baik berupa tercetak maupun tidak tercetak
  5. 5)Menyediakan fasilitas, yang memungkinkan pengguna mengakses perpustakaan lain maupun pangkalan-pangkalan data melalui jaringan lokal (intranet) maupun global (internet) dalam rangka pemenuhan kebutuhan informasi yang diperlukan.(Pedoman Umum Pengelolaan Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi, Jakarta: PNRI. 2002. Hal. 6)

Fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi
Sesuai dengan standard Nasional Indonesia , fungsi PPT adalah:
  1. 1)Lembaga pengelola sumber-sumber informasi
  2. 2)Lembaga pelayanan dan pendayagunaan informasi
  3. 3)Wahana rekreasi berbasis ilmu pengetahuan
  4. 4)Lembaga pendukung pendidikan (pencerdas bangsa)
  5. 5)Lembaga pelestari khasanah budaya bangsa. Dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0103/o/1981 menyatakan PPT berfungsi sebagai pusat kegiatan belajar-mengajar, pusat penelitian dan pusat informasi bagi pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi.
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, komunikasi dan budaya serta peningkatan kebutuhan pemustaka maka fungsi PPT dikembangkan lebih rinci sebagai berikut :                     
  1. 1)Studying Center, artinya bahwa perpustakaan merupakan pusat belajar maksudnya dapat dipakai untuk menunjang belajar (mendapatkan informasi sesuai dengan kebutuhan dalam jenjang pendidikan)
  2. 2)Learning Center, artinya berfungsi sebagai pusat pembelajaran (tidak hanya belajar) maksudnya bahwa keberadaan perpustakaan di fungsikan sebagai tempat untuk mendukung proses belajar dan mengajar. (Undang-undang No 2 Tahun 1989 Ps. 35: Perpustakaan harus ada di setiap satuan pendidikan yang merupakan sumber belajar).
  3. 3)Research Center, hal ini dimaksudkan bahwa perpustakaan dapat dipergunakan sebagai pusat informasi untuk mendapatkan bahan atau data atau nformasi untuk menunjang dalam melakukan penelitian.
  4. 4)Information Resources Center, maksudnya bahwa melalui perpustakaan segala macam dan jenis informasi dapat diperoleh karena fungsinya sebagai pusat sumber informasi.
  5. 5)Preservation of Knowledge center, bahwa fungsi perpustakaan juga sebagai pusat pelestari ilmu pengetahuan sebagai hasil karya dan tulisan bangsa yang disimpan baik sebagai koleksi deposit, local content atau grey literatur
  6. 6)Dissemination of Information Center, bahwa fungsi perpustakaan tidak hanya mengumpulkan, pengolah, melayankan atau melestarikan namun juga berfungsi dalam menyebarluaskan atau mempromosikan informasi.
  7. 7)Dissemination of Knowledge Center, bahwa disamping menyebarluaskan informasi perpustakaan juga berfungsi untuk menyebarluaskan pengetahuan (terutama untuk pengetahuan baru)

Unsur-Unsur Pendirian PPT
  1. Landasan Hukum, merupakan dasar atau pedoman serta peraturan dalam pendirian perpustakaan di perguruan tinggi dan sebagai persyaratan berdirinya perpustakaan antara lain:
    1. Undang-undang no 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional
    2. Undang-undang No. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan
    3. Peraturan Pemerintah no. 30 tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi
    4. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no. 0686/U/1991 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi
    5. Surat Keputusan Dirjen Dikti no. 162/1967 tentang Persyaratan Minimal Perguruan Tinggi
    6. Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Kepala Badan Adminitrasi Kepegawaian Negara no. 53649/MPK/1988, dan No. 15?SE/1988
    7. Surat Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Nagara Tentang Angka Kredit bagi Jabatan Pustakawan No. 18/MENPAN/1988
    8. Surat Keputusan MENPAN No. 33 Tahun 1998
    9. Revisi Keputusan MENPAN no. 132/KEP/M.PAN/12/2002. Tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya.

2. Struktur Organisasi
Berdasarkan PP No. 30 Tahun 1990 pasal 34 PPT sebagai unit pelaksana teknis merupakan salah satu unsur penunjang sebagai kelengkapan bagi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kedudukannya di luar lingkup fakultas dan bertanggungjawab langsung kepada rektor/ketua/direktur maka struktur organisasi dan tata kerjanya seperti di bawah ini:
Struktur organisasi PPT dapat dikategorikan dalam 2 (dua) bentuk yaitu :
  1. Struktur organisasi Makro artinya kedudukan PPT dalam struktur lembaga / institusi.
  2. Struktur organisasi Mikro artinya kedudukan /struktur intern unit perpustakaan dengan segala bagian dan unit kerja /kegiatannya.
Untuk struktur organisasi mikro ini menimal mencakup 3 bagian yaitu :
            1) bagian pelayanan teknis;
            2) bagian pelayanan pengguna / pemustaka dan
            3) bagian tata usaha.
            Sesuai dengan perkembangan jenis dan bentuk layanan serta peningkatan pemanfaatan teknologi informasi maka struktur organisasi dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

3. Sumber Daya Manusia
Di perpustakaan jenis apapun sumber daya manusia merupakan unsur yang sangat penting karena merupakan ujung tombak dan ujung kekuatan proses pemberian dan penerimaan informasi dari sumber informasi dalam hal ini pengelola perpustakaan dan pemanfaat informasi atau pengguna, sekarang pemustaka.
3.1. Pemustaka / Pengguna/ User
Perpustakaan tidak akan ada artinya apabila tidak ada pengunjung yang memanfaatkan atau menggunakan bahan pustaka/koleksinya yaitu user / pemustaka. Pemustaka adalah pengguna perpustakaan yaitu perseorangan, kelompok orang, masyarakat, atau lembaga yang memanfaatkan fasilitas layanan perpustakaan ( UU No 43 Tahun 2007 Pasal 1 ayat 9).
Jumlah personal yang datang ke perpustakaan merupakan tolok ukur keberhasilan suatu perpustakaan. Terdapat 2 katagori pemustaka yaitu potential user (adalah jumlah civitas academica yang ada pada PT) dan actual users (merupakan civitas academica yang memanfaatkan perpustakaan = pemustaka yang datang ke perpustakaan = pemustaka riil).
3.2. Tenaga Pengelola Perpustakaan / Pustakawan
Dalam Bab VIII Pasal 29 (1) UU No 43 tahun 2007 menyatakan bahwa tenaga perpustakaan terdiri atas pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan. (2) pustakawan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi kualifikasi sesuai dengan standar nasional perpustakaan. (3) tugas tenaga teknis perpustakaan sebagaimana dimaksud ayat (1) dapat dirangkap oleh pustakawan sesuai dengan kondisi perpustakaan yang bersangkutan. (4) ketentuan mengenai tugas, tanggungjawab, pengangkatan, pembinaan, promoasi, pemindahan tugas, dan pemberhentian tenaga yang berstatus pegawai negeri sipil dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (5) ketentuan mengenai tugas, tanggungjawab, pengangkatan, pembinaan, promoasi, pemindahan tugas, dan pemberhentian tenaga yang berstatus non pegawai negeri sipil dilakukan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh penyelenggara perpustakaan yang bersangkutan.
                 Berdasarkan SNI maka terdapat tiga kategori pengelola perpustakaan yaitu : (1) tenaga administrasi, pegawai yang bekerja di unit perpustakaan tetapi tidak perpendidikan di bidang perpustakaan; (2) tenaga teknis perpustakaan, pegawai yang berpendidikan serendah-rendahnya diploma dua di bidang ilmu perpustakaan dan informasi atau yang disetarakan, dan diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan kepustakawanan pada unit-unit perpustakaan; (3) pustakawan perguruan tinggi, pegawai yang berpendidikan serendah-rendahnya sarjana di bidang ilmu perpustakaan dan informasi atau yang disetarakan, dan diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan kepustakawanan pada unit-unit perpustakaan.
Jumlah sumber daya manusia yang diperlukan dihitung berdasarkan perbandingan satu pustakawan, dua tenaga teknis perpustakaan dan satu tenaga administrasi.

4.Koleksi / Bahan Pustaka
                      Perpustakaan perguruan tinggi menyediakan bahan bacaan wajib dan bahan bacaan pengaya, yang dalam pengembangan koleksinya disesuaikan dengan kegiatan dharma perguruan tinggi. Perpustakaan perguruan tinggi menyediakan bahan bacaan mata kuliah yang ditawarkan di perguruan tinggi. Masing-masing judul bahan bacaan tersebut di sediakan tiga eksemplar untuk tiap seratus mahasiswa, di mana satu eksemplar untuk pinjaman jangka pendek dan dua eksemplar lainnya untuk pinjaman jangka panjang.
            Adapun jenis koleksi yang disediakan selain buku juga terbitan pemerintah; terbitan perguruan tinggi; terbitan badan internasional; bahan referensi; dll.
            Dalam UU no 43 tahun 2007 pasal 1 ayat 2 menyatakan bahwa Koleksi Perpustakaan adalah semua informasi dalam bentuk karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam dalam bentuk berbagai media yang mempunyai nilai pendidikan, yang dihimpun, diolah dan dilayankan. Selain itu koleksi perpustakaan juga dikatakan sebagai bahan pustaka yang dikumpulkan, diolah, dilayankan, disebarluaskan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan informasinya ataupun disimpan sebagai deposit penerbitan yang telah diterbitkan sebagai koleksi preservasi untuk memudahkan dalam temu kembali terhadap informasi yang sewaktu-waktu dibutuhkan.  
Adapun koleksi PPT diadakan melalui seleksi yang mengacu kepada kebutuhan program-program studi yang diselenggarakan dan diorganisasikan sedemikian rupa sehingga dapat menjamin efektivitas dan efisiensi layanan kepada kebutuhan sivitas akademika PT ybs. Oleh karena itu pengadaan koleksi senantiasa disesuaikan dengan tujuan yaitu menunjang pelaksanaan program pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga pengadaan koleksi tidak hanya disajikan untuk kepentingan civitas academica saja melainkan juga untuk masyarakat luas yang memerlukannya.
Berdasarkan Keputusan MENDIKBUD Republik Indonesia No. 0696/U/1991 bab II Pasal 11 menetapkan persyaratan minimal koleksi PPT untuk program Diploma dan S1:
  1. Memiliki 1 (satu) judul pustaka untuk setiap mata kuliah keahlian dasar (MKDK)
  2. Memiliki 2 (dua) judul pustaka untuk tiap mata kuliah keahlian (MKK);
  3. Melanggan sekurang-kurangnya 1 (satu) judul jurnal ilmiah untuk setiap Program studi
  4. Jumlah pustaka sekurang-kurangnya 10 % dari jumlah mahasiswa dengan memperhatikan komposisi subyek pustaka.
Sedangkan untuk Program Pascasarjana dan Sp 1:
  1. Memiliki 500 judul pustaka untuk setiap program studi
  2. Melanggan sekurang-kurangnya 2 (dua) jurnal ilmiah untuk setiap program studi

5.Gedung / Ruang /Peralatan / Fasilitas
Gedung atau ruang perpustakaan merupakan tempat khusus yang dirancang sesuai dengan fungsi perpustakaan sehingga berbeda dengan perancangan gedung atau ruang perkantoran umum. Untuk itu dalam merencanakan gedung atau ruangan sebaiknya meibatkan pengelola perpustakaan. Letak gedung atau ruang sebaiknya di lokasi yang strategis dan aksesebel (mudah dijangkau alat transportasi umum).
            Bab IX pasal 38 UU No. 43 tahun 2007 menyebutkan bahwa : (1) Setiap penyelenggara perpustakaan menyediakan sarana dan prasarana sesuai dengan standar nasional perpustakaan. (2) Sarana dan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimanfaatkan dan dikembangkan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
Berdasarkan SNI, perpustakaan harus menyediakan ruang sekurang-kurangnya 0,5 m2 untuk setiap mahasiswa, dengan penggunaan untuk areal koleksi seluas 45% yang terdiri dari ruang koleksi buku, ruang multimedia, ruang koleksi majalah ilmiah.
Sedangkan ruang pengguna seluas 30% yang terdiri dari ruang baca dengan meja baca, meja baca berpenyekat, ruang baca khusus, ruang diskusi, lemari katalog/komputer, meja sirkulasi, tempat penitipan tas dan toilet.
Ruang staf perpustakaan seluas 25% terdiri dari ruang pengolahan, ruang penjilidan, ruang pertemuan, ruang penyimpanan buku yang baru diterima, dapur dan toilet.

  6.Manajemen
Manajemen adalah kebutuhan pokok sebagai salah satu syarat pendirian perpustakaan, karena minimal berfungsi sebagai perencana (planning), pengorganisaasian (organizing), pengawasan (controling).
UU no. 43 tahun 2007 pasal 15 ayat (3): Pembentukan perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling sedikit memenuhi syarat:
  1. memiliki koleksi perpustakaan;
  2. memiliki tenaga perpustakaan;
  3. memiliki sarana dan prasarana perpustakaan;
  4. memiliki sumber pendanaan; dan
  5. memberitahukan keberadaannya ke Perpustakaan Nasional
Agar yang dimiliki seperti tersebut di atas dapat dioptimalkan maka perlu melaksanakan manajemen yang baik dan terencana dalam melaksanakan peraturan yang berlaku demi lancarnya dan tercapainya tujuan PT dalam memberikan layanan penunjang kepada sivitas akademika untuk keberhasilan proses pembelajaran, penelitian ataupun pengabdian kepada masyarakat. Hal-hal yang harus dilakukan adalah dengan mengelola, mengolah, memanage koleksi, SDM, fasilitas dan dana. Selain itu juga membuat laporan, memantau dan mengukur kinerja serta mengevaluasi dan membuat program kerja secara berkesinambungan dengan analisis SWOT.

7.Dana / Anggaran
Bab X pasal 39 (1) Pendanaan perpustakaan menjadi tanggung jawab penyelenggara perpustakaan. (2) Pemerintah dan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran perpustakaan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Untuk pelaksanaannya tergantung dari masing-masing lembaga sehingga perolehan dana dapat dijabarkan berasal dari : APBN, APBD/DIPA, APB SENDIRI (INTERN), Yayasan, Donatur, Sponsorship, Masyarakat. Lebih lanjut pada pasal 40 disebutkan bahwa : (1) Pendanaan perpustakaan didasarkan pada prinsip kecukupan dan berkelanjutan. (2) Pendanaan perpustakaan bersumber dari: (a) anggaran pendapatan dan belanja negara dan/atau anggaran pendapatan dan belanja daerah; (b) sebagian anggaran pendidikan; (c) sumbangan masyarakat yang tidak mengikat; (d) kerja sama yang saling menguntungkan; (e) bantuan luar negeri yang tidak mengikat; (f) hasil usaha jasa perpustakaan, dan/atau (g) sumber lain yang sah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dan dalam pengelolaan dana perpustakaan dilakukan secara efisien, berkeadilan, terbuka, terukur, dan bertanggung jawab.(Pasal 41). Berdasarkan SNI anggaran perpustakaan sekurang-kurangya 5% dari total anggaran perguruan tinggi diluar belanja pegawai.

8. Pelayanan Teknis dan Pelayanan Perpustakaan
Jam buka perpustakaan disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan dharmanya sekurang-sekurangnya lima puluh empat jam per minggu.
Jenis layanan yang diberikan, antara lain : layanan sirkulasi; layanan pinjam antar perpustakaan; layanan referensi; layanan pendidikan pengguna; layanan penelusuran informasi;
Pelayanan perpustakaan apabila ditinjau dari kegiatannya maka terdapat dua jenis layanan di perpustakaan yaitu layanan teknis yang meliputi pengolahan dan pelayanan perpustakaan sebagai layanan pengguna. Sedangkan apabila ditinjau dari sistemnya terdapat 3 jenis layanan yaitu (1) open access; (2) close access; (3) mixed services.
Dalam UU No 43 Tahun 2007 pasal 14 disebutkan bahwa:
  1. (1)Layanan perpustakaan dilakukan secara prima dan berorientasi bagi kepentingan pemustaka.
  2. (2)Setiap perpustakaan menerapkan tata cara layanan perpustakaan berdasarkan standar nasional perpustakaan.
  3. (3)Setiap perpustakaan mengembangkan layanan perpustakaan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
  4. (4)Layanan perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikembangkan melalui pemanfaatan sumber daya perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka.
  5. (5)Layanan perpustakaan diselenggarakan sesuai dengan standar nasional perpustakaan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada pemustaka.
  6. (6)Layanan perpustakaan terpadu diwujudkan melalui kerja sama antar perpustakaan.
  7. (7)Layanan perpustakaan secara terpadu sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dilaksanakan melalui jejaring telematika.

9. Kerjasama
Seperti diketahui bersama bahwa iptek kom bud telah berkembang sejalan dengan hasil karya rekam dan tulis serta meningkatnya kebutuhan masyarakat, sehingga dibutuhkan sarana penyedia informasi yaitu perpustakaan. Namun demikian disadari bersama bahwa tidak satupun perpustakaan yang mampu memberikan pelayanan terhadap semua kebutuhan pemustaka. Sementara pada sisi lain mahalnya harga buku serta terbatasnya tenaga kepustakawanan, maka diperlukan kerjasama baik dengan sesama bidang studi atau bidang lain.
                   Kerjasama pada dasarnya dapat dilakukan oleh perpustakaan sesuai dengan UU No. 43 tahun 2007 Bab XI pasal 42 yang berbunyi :
  1. (1)Perpustakaan melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan layanan kepada pemustaka.
  2. (2)Peningkatan layanan kepada pemustaka sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk meningkatkan jumlah pemustaka yang dapat dilayani dan meningkatkan mutu layanan perpustakaan.
  3. (3)Kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan peningkatan layanan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan dengan memanfaatkan sistem jejaring perpustakaan yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
                               Adapun dasar dibentuknya kerjasama adalah : peningkatan kebutuhan masyarakat akan informasi; perkembangan karya cipta manusia; peningkatan aktivitas pengelola informasi; keterbatasan sumber dana; keterbatasan sumber daya informasi ; keterbatasan SDM; keterbatasan akses; keterbatasan infrastruktur, dsb. 
http://digilib.undip.ac.id/index.php/component/content/article/38-artikel/47-standarisasi-perpustakaan-perguruan-tinggi-
 

Senin, 17 Juni 2013

15 Perpustakaan di Dunia Yang Wajib Dikunjungi


1. Jose Vasconcelos Library (Mexico City, Mexico)
Jose Vasconcelos Library
Jose Vasconcelos Library
Dan yang terakhir adalah, perpustakaan Jose Vasconcelos yang terletak di Mexico City. Perpustakaan ini adalah buah karya arsitek terkenal, Alberto Kalach. Di dalam perpustakaan ini terdapat lebih dari satu juta keping buku yang tergantung di rak – rak buku setinggi lebih dari 5 meter.
2. Strahov Theological Library (Prague, Czech Republic)
Strahov Theological Library
Strahov Theological Library
Diposisi kedua ditempati oleh perpustakaan tua yang bernama Strahov Theological Library. Lokasinya berada di pusat kota yang sarat sejarah, Praha. Perpustakaan ini memuat 200.000 buku yang mayoritas adalah koleksi ilmu theologi (ketuhanan). Dissamping itu banyak lukisan – lukisan fresco yang anggun dipajang diaman – mana.

3. Yale University Library (New Haven, USA)

 Yale Library
Di posisi ketiga ditempati oleh Ylae Universit Libary. Perpustakaan tua ini merupakan perpustakaan terbesar kedua di Amerika Utara. Disana menyimpan banyak manuskript kuno, mulai dari Christopher Columbus, Presiden Amerika F.D Roosevelt, dan Abraham Lincoln. Selain itu kelengkapannya juga tidak perlu dipertanyakan, semua cabang ilmu pengetahuan tak luput dari pembukuan

4. Royal Danish Library (Copenhagen, Denmark)
Black Diamond
Royal Danish Library
Di posisi ke-empat ada Royal Danish Library yang berasal dari kota Copenhagen Denmark. Dibilang unik perpustakaan ini, ya unik banget. Bentuknya yang menyerupai diamond dengan glitter – glitter di dindingnya menambahkan daya pukau perpustakaan ini. Konon katanya, bahan untuk membuat konstruksi ini adalah batu granit yang dibawa jauh – jauh dari Afrika Selatan. Sementara dari segi ukurannya, perpustakaan ini merupakan perpustakaan terbesar se Eropa, dimana disana ada manuskrip yang melegenda dari seorang penyair bernama Hans Christian  Andersen.


5. Salt Lake City Public Library (Salt Lake City, USA)
Salt Lake City
Salt Lake City Public Library
Perpustakaan yang asalnya dari Salt Lake City, Amerika i
ni unik banget ternyata. Uniknya itu terletak pada konstruksinya, dimana bagian interiornya lebih didominasi oleh kaca. Bangunan ini terdiri dari empat lantai yang bentuknya itu spiral. Terlihat seperti perapian. Oleh karenanya, layak bagi perpustakaan ini untuk bertengger di peringkat ke-5. Dan tentunya sangat – sangat disarankan untuk dikunjungi.
 6. Machi Tocho Terrasow (Nagano, Jepang)
 Machi Tosho Terasow
Setingkat diatas perpustakaan dari Seattle, ada perpustakan yang ga kalah menariknya. Namanya adalah Machi Yocho Terrasow. Dari namanya yang Japanese banget, sudah pasti letaknya di Negri Sakura, tepatnya di perfektur Nagano. Perpustakaan ini juga punya andil lho dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat sekitar, mulai dari science, sejarah, bahasa, seni, dan sosial. Yang beda dari perpustakaan ini, disini tuh sering banget ngadain acara – acara yang bersifat budaya. Jadi pengunjung ga hanya enjoy membaca saja, tapi juga bisa ikut menikmati perayaan – perayaan yang dibuat oleh masyarakat lokal.

7. Seattle Public Library (Seattle, USA)
Seattle Public Library
Seattle Public Library
Di posisi ke-7 ada perpustakan keren yang datang dari daratan Amerika. Lebih tepatnya di kota Seattle. Sesuai nama kotanya, perpustakaan ini diberi nama Seattle Public Librari. Perpustakaan ini memiliki koleksi buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang sangat banyak, lebih dari satu juta keping, baik yang lawas ataupun yang baru. Selain itu ada sekitar 400 komputer yang siap dipakai oleh pengunjung beserta koneksi internetnya dengan cuma – cuma. Dan ga ketinggalan, koleksi manga juga lengkap lho disini.

8. Royal Portuguese Reading Room (Rio de Jeneiro, Brazil)
 brazil
Dibangun pada akhir masa kejayaan arsitektur gothic, Royal Portuguese Reading Room lebih cenderung terlihat seperti gereja. Namun, siapa sangka bahwa sebenarnya bangunan ini adalah sebuah perpustakaan. Terdapat 45.000 lebih jumlah hasil karya bangsa Portugis yang tersebar mulai dari lantai bawah hingga lantai atas. Sebuah pertimbangan tersendiri untuk sebuah perpustakaan antik untuk ditempatkan di urutan ke-8, dan tentu saja kalian kudu cobain berkunjung kesini.

9. Trinity College Library (Dublin, Ireland)
 Trinity College Library
Di posisi ke-9, diduduki oleh Trinity College Library. Perpustakaan ini terletak di jantung kota Dublin dan termasuk perpustakaan yang paling besar se-Irlandia. Jika kalian mengenal the Book of Kells, yakni sebuah buku pencerahan umat Christian yang dibuat oleh bangsa Celt, itu juga ada disini, versi aslinya lho. Selain itu, ruangan panjang di Trinity College Library mirip banget sama Jedi Temple, yaitu sebuah setting tempat yang ada di Star Wars Episode II,

10. French National Library
National Library of France 
Setingkat di atas State Library of Victoria, ada The National Library of France. Perpustakaan ini memiliki semua artikel, buku, jurnal, dan majalah yang dipublikasikan di Perancis. Disana terdapat lebih dari 10 juta keping buku yang juga di cetak dalam berbagai bahasa internasional.

11. State Library of Victoria (Melbourne, Australia)
State Library of Victoria
Dari sekian perpustakaan yang ada di dunia, bisa jadi perpustakaan yang ada di pusat Negara Bagian Victoria ini adalah yang terunik. Bagaimana tidak, dengan tata letak octagonal dimana bentuknya seperti gurita, dengan meja – mejanya yang menyerupai tentakel, dapat menampung pembaca hingga 500 per hari. Sementara itu, jumlah buku yang ada disini mencapai lebih dari satu juta keping. Jangan lupa juga, jika kalian mengunjungi perpustakaan ini, mampirlah ke Cowen Gallery. Di sana terdapat karya – karya seni elegan mulai dari lukisan, kerajinan tangan, musik, dan arsitektur. Thats why kita tempatkan perpustakaan ini di urutan ke-11

12. British Library (London, UK)
British Library
Diposisi ke 12, bertengger sebuah perpustakaan yang datangnya dari dataran Britania Raya (UK), yang bernama British Library. Perpustakaan ini menyimpan lebih dari 150 juta buku, dari yang lawas hingga yang baru. Disini juga ada benda bersejarah bangsa UK yang bernama “Magna Carta” (semacam teks deklarasi kemerdekaan gitu deh). Selain itu mahakarya musik dunia yang diciptakan oleh Mozart dan Beethoven (untuk yang lawas), hingga manuskripnya John Lennon dan Paul McCartney (untuk karya abad modern), juga menghiasi rak buku di perpustakaan ini.

13.  Ambrosian Library and Art Gallery (Milan, Italy)
Ambrosian Library and Art Gallery
Ambrosian Library and Art Gallery
Ambrosian Library and Art Gallery, atau yang juga dikenal dengan ‘Biblioteca Amrosiana‘ memiliki 12 manuskrip Leonardo da Vinci yang termasuk didalamnya adalah Codex Atlanticus, yakni sekumpulan tulisan ilmiah yang punya pengaruh besar dalam dunia kedokteran. Kerennya lagi, dari manuskrip, karya seni, hingga biografi sang seniman yang sudah melegenda ini, dituliskan dalam berbagai bahasa yang berbeda. Ga Hanya itu, faktor lain yang membuat perpustakaan ini layak dikunjungi adalah, karena perpustakaan ini juga menyimpan berbagai macam masterpiece seniman dan ilmuwan kelas dunia seperti: Caravaggio, Michelangelo, Galileo, dan Raphael juga ada disana.
14. Oxford University Bodleian Library (Oxford, UK)
Oxofrd University Bodleian Library
Oxofrd University Bodleian Library
Di posisi ke-14 ada Oxford University Bodleian Library. Perpustakaan ini merupakan perpustakaan tertua di Eropa. Berdasarkan informasi dari arkeolog setempat, perpustakaan ini sudah ada dari abad 14 atau sekitar 600 tahun yang lalu. Perpustakaan ini memiliki segala macam buku dari mulai yang sudah berumur ataupun yang baru release. Sangat komplit tuh buat kalian yang ingin cari referensi tentang berbagai macam disiplin ilmu. Oh iya, perpustakaan ini juga ga saing lho, apalagi buat kalian yang sudah nonton Harry Potter, karena memang syuting nya disini.
15. Kyoto International Manga Museum (Kyoto, Japan)
The Kyoto International Manga Museum
The Kyoto International Manga Museum
Kyoto International Manga Museum, merupakan perpustakaan bersejarah yang mengoleksi manga dari seluruh dunia sebagai referensi untuk hasil karya bernilai seni tinggi. Perpustakaan ini, walau cocoknya dibilang museum, multifungsi banget lho. Ada sekolah dasarnya. Kemudian juga menjadi tempat penyimpanan hasil kerajinan tangan oleh warga Jepang mulai dari masa peperangan hingga abad modern seperti saat ini. Di gedung ini, kalian bisa dengan leluasa membaca buku, komik, atau juga melihat – lihat benda – benda bersejarahnya. Well, kita tempatkan perpustakaan ini di urutan ke-15

http://konsultanpendidikan.com/2013/02/19/15-perpustakaan-di-dunia-yang-wajib-dikunjungi/


Minggu, 16 Juni 2013

visi dan misi perpustakaan nasional RI

Visi:
Terdepan dalam informasi pustaka, menuju Indonesia gemar membaca

Misi :
(1) mengembangkan koleksi perpustakaan di seluruh Indonesia,
(2) mengembangkan layanan informasi perpustakaan berbasis teknologi informasi
dan komunikasi (TIK), dan
(3) mengembangkan infrastruktur melalui penyediaan sarana dan prasarana serta
kompetensi SDM.

Kamis, 06 Juni 2013

daftar perpustakaan nasiomal di dunia

Daftar perpustakaan nasional di dunia

 

Daftar ini merupakan daftar Perpustakaan Nasional di seluruh dunia:

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_perpustakaan_nasional_di_dunia

daftar software perpustakaan

http://blog.uny.ac.id/tarto/2010/07/15/daftar-software-perpustakaan-opensource/